windows live mail
Feb 3, 2010

Saya memilih membeli Rumah

Kenapa saya memberi  judul demikian, Saya memiliki pengalaman yang berhubungan dengan pilihan membeli rumah atau Apartemen. Hadeh membeli rumah ataooo apartemen getuh lohh.  Iya, jika suatu waktu tabungan saya sudah mencukupi, saya ingin membeli rumah. Begitu kira-kira.


Beberapa bulan yang lalu,  kantor  tempat saya bekerja melakukan beberapa  agenda tender, termasuk agenda yang mengharuskan saya tinggal sementara di Arya Duta. Hotel dan apartemen  berdominasi merah ngejreng  berlokasi di  bilangan Sudirman dan tak jauh dari plasa semangi.


 Saya dan beberapa staff kantor dan beberapa kolega  tengah menyelesaikan agenda dari rangkaian tender yg berjalan. Mau tak mau  tinggal di apartemen satu  minggu lamanya. Beragam fasilitas bisa dinikmati, termasuk ruangan dengan interior cantik. Ruangan dengan desain apartemen, dilengkapai  dua kamar sedang dan satu kamar utama . Pada bagian kamar utama dilengkapai dengan kamar mandi dan bathub termasuk pilihan air  panas dan air dingin, AC,berikut  tivi kabel.  Pada sisi depan, tertata Seperangkat pantry lengkap dengan peralatan  dan   lemari es serta meja mungil di dekat pantry. Sementara disisi kanan pantry dilengkapi pintu yang menghubungan pantry dengan ruangan kecil yang ditata sedemikian rupa  sebagai ruangan pembilas baju kotor lengkap dengan mesin cucinya dan pada  bagian ruang tengah  tersedia  sofa nyaman dengan interior mewah  lengkap dengan bantal dan televisi berukuran besar.


 Namun beberapa fasilitas yang disediakan memang tak seluruhnya bisa saya nikmati, bayangkan duduk di meja rapat, dengan puluhan dokumen dari pagi menjelang malam. Berjibaku dan membuat kesepakatan, ya..ya saya harus memelekan mata ini sampai larut malam.


Hmm   Sejujurnya saya  sebenarnya tak pernah nyaman berada terlalu lama di apartemen, jauh dari tetangga, susahnya kalo kepengen mie ayam, saya tak membayangkan apa yang terjadi kalo-kalo saya ada sesuatu.  Lalu bagaimana  seandaianya saya harus meminta tolong. Mau teriak, pasti tak kedengaran, Sebenarnya pintu ruangan saya dengan milik tetangga tak begitu jauh, ah dinding-dinding tebal itu terlalu mewah memisahkan hubungan sosial dengan para tetangga di apartemen, ah situasinya hanya Loe..Loe dan Gue..Gue.  tidak menyenangkan, tidak legowo juga.  Saya rindu peraduan empuk saya di kos Pramuka, mau minta tolong ke kamar sebelah tinggal teriak, mau mie atau tongseng, atau jajanan gorengan tinggal berjalan kaki sebentar. Lebih menyenangkan.


Tapi saya ingin tetap mensyukuri , tidak semua orang memiliki kesempatan seperti saya bukan. Saya sudah pernah merasakan tinggal di apartemen walapun hanya satu  minggu, melihat jalanan  ibukota  dari lantai 27, mencicip breakfast dengan hidangan Italia setiap pagi dan siangnya, merasakan punya kamar lengkap dengan perabot yang dibutuhkan.  Tetapi Jika akhirnya  nanti tabungan saya sudah cukup untuk membeli  rumah atau apartemen. Maka saya akan memilih membeli Rumah.    




Make a comment

ceecee @ Feb 3, 2010 11:08 pm

_____________

Jan 13, 2010

Sherlock Holmes

Lagi, kemaren saya membungkus satu lagi novel Sherlock Holmes.....lalu saya berencana ingin menonton filmnya...tunggu ya kawan-kawan.


Make a comment

ceecee @ Jan 13, 2010 12:41 am

_____________

Jan 11, 2010

Liburan di Penghujung 2009

Sungguh, Liburan Natal dan Tahun baru saya begitu menyenangkan. Ya. Karena saya begitu banyak dikelilingi orang-orang yang demikian saya cintai dan demikian mencintai saya.

 

Budget yang saya sisihkan untuk liburan saya memang keluar cukup besar, tapi saya sungguh bersyukur karena orang-orang yang saya cintai begitu gembira menerima sebagian besar dari apa yang saya dapatkan.

 


Kebaktian malam natal, sukacita bersama keluarga sungguh menjadi pengobat saya. Letihnya pikiran dan ngilunya sendi-sendi di sebagian badan tak perlu diobati dengan pil atau rempah pengobat pegel lainnya. Reriuhan di malam natal, guarauan di depan bangku taman dan perjalanan menikmati Jogja sudah membuat keletihan saya berganti menjadi kekuatan dan kegembiraan yang meluap.

 

Ouw.. pasti membacanya terlihat berlebihan ya, tapi memang begitu adanya. Bahkan kata-kata yang saya susun ini belum bisa mengambarkan betapa membuncahnya hati saya.

 

Sapa hangat bersama kawan semasa kecil, perjumpaan dengan teman lama, nostalgia yang begitu menggila dengan beberapa teman semasa SD. Sepuluh hari libur, tidak berasa, saya merasa baru menghabiskan lima hari liburan. Ya begitulah segala sesuatu itu akan jauh lebih indah ketika tak berlebihan. Maksud saya, terlalu berlebihan berlibur juga akan bosan, terlalu berlebihan karena  terus-menerus bekerja  pasti akan ada kejenuhan yang merayap bukan. Jadi hidup akan terasa lebih indah untuk di nikmati ketika itu berjalan seimbang. 

 

Saya harus kembali ke Jakarta, karena masa liburan pada tutup tahun 2009 sudah habis saya kantongi. Resolusi di tahun 2010 pun sudah saya jentreng dan siap dilaksanakan satu persatu. Perlahan tetapi pasti.

 

 




Make a comment

ceecee @ Jan 11, 2010 09:01 pm

_____________

Dec 15, 2009

Thanks God

Haduh…pagi ini saya dikejutkan dengan pesan pendek  yang masuk di Blacberry saya. Mayora, hah.. pesan dari adik perempuan saya.; begini isinya:

 

“ mbak,  mas rio habis srempetan pas perjalanan berangkat kerja, mamah baru mau ke rumah sakit”

 

perut saya merasa mual, pertanda stress, yah begitulah saya. Tak ingin menunggu lama, saya merasa harus mendapat kepastian dengan kondisi kakak laki-laki saya itu. ,menelpon ibu saya, menelpon adik perempuan saya, menelpon rumah saya. semuanya belum ada jawaban pasti.

 

tak begitu lama, pesan pendek munsul di blackberry saya, “mas rio ngak papa, hanya harus istirahat saja dirumah, hanya tulang iga yang retak sedikit”.

 

Thanks God, saatnya berangkat bekerja.




Make a comment

ceecee @ Dec 15, 2009 06:50 pm

_____________

Dec 13, 2009

Menyambangi Bandung

Lagi;

 


Saya menyambangi kota kembang untuk kesekian kalinya, dua hari satu malam saya menghabiskan weekend di kota yang disebut-sebut parisnya Indonesia.

 


Ya, lagi-lagi saya mengantongi satu baju merah dari gerai Cascade, kali ini tak banyak saya merogoh kocek saya untuk keperluan baju. Perburuan di gerai-gerai tak seperti perburuan saya di bulan-bulan yang lalu. Hamper saya tak menemukan yang pas, kecuali yang ada di jalan Riau. Baju-baju yang ada di Gerai-gerai Trunojoyo pun tak seapik yang dulu. Celana dan tas yang dipajang di gerai Dago pun tak sepas yang dulu. Yah kali ini mungkin saya harus menyimpan budget belanja saya untuk perburuan lain kali.

 

Kali ini saya banyak mengunjungi gerai panganan yang ada di Dago, jalan Riau, Patiukur dan menyambangi Paris Van Java. Dari kuliner yang saya lalap, ada satu makanan yang betul-betul mengena di lidah saya. Steak yang ada di Paris van Java, saya memesan steak chicken burger didampingi dengan potato yang dibumbu lada hitam khusus dengan cream saus berwarna hijau dan putih.Ada rasa gurih bercampur manis. Saya lupa nama sausnya. Yang jelas saya ingin menyambangi lagi, lain waktu.

 


Gerai-gerai yang ada di PVJ begitu mereka menyebut nama Pais Van Java, menyuguhkan tidak hanya panganan kuliner dari Asia, namun panganan ala Eropa berderet memenuhi PVJ. Wisata belanja juga disuguhkan, hadeh, rasanya harus mengencangkan ikat pinggang. Ya, karena gerai-gerai di PVJ cukup menguras kocek anda.

 


Akhirnya weekend diBandung usai, saya kembali ke Jakarta. dan besok kembali bekerja.




Make a comment

ceecee @ Dec 13, 2009 11:07 pm

_____________

Dec 9, 2009

Legowo....

 


Tiket pesawat yang mengantarkan saya pulang menyambut natal sudah ditangan, rasanya legowo mengingat tak sempatnya saya menyambangi loket penjual tiket-tiket.kemaren-kemaren ini.

 


Penghujung desember tahun 2009 sebentar lagi, saya sudah menyiapkan bingkisan  untuk acara kado silang di Villa teras, saya juga sudah menyiapkan budget untuk liburan saya selama di Jogja, saya tak mau melewatkan begitu saja.

 


Selamat menyambut libur natal dan Libur tahun baru

 



Make a comment

ceecee @ Dec 9, 2009 08:26 pm

_____________

Nov 15, 2009

SEMUA SERBA DIMUDAHKAN.............

 

SEMUA SERBA DIMUDAHKAN.............


Ya.ya.ya lama sekali memang saya tak mengupdate blog saya. Pekerjaan yang menumpuk di meja kerja, rentetan agenda  yang harus diselesaikan menyusul hiruk pikuk dan teriakan dari empunya pimpinan kantor.  Jadwal yang menempel mendekati  garis merah pertanda dideline dari ADB memaksa saya menyelesaikan tumpukan tugas.


Rasanya jarum jam berdetak dua kali lebih cepat dari biasa, rasanya hari berganti  lebih cepat dari perkiraan , rasanya minggu dan bulan berganti  lebih cepat dari yang saya rasakan.  Seperti membius.  Sebentar mendekati ujung bulan, sebentar akan tutup tahun di 2009. Iya sebentar lagi, sudah menginjak bulan desember.  Aroma natal sudah tercium melalui ujung hidung saya.


Tahukan, genap satu tahun saya melalui proses  bekerja pada rumah pemerintah bernama  Departemen pekerjaan umum, berproses melalui rentetan tugas dan nyaris setiap hari saya berhadapan dengan tumpukan kertas putih berisi catatan pekerjaan dan laporan kerja, nyaris pula sampai di kos Pramuka mendekati larut malam.


Saya bersyukur sudah satu tahun saya berproses dan hampir semuanya serba dimudahkan oleh si pemilik hidup. Dan sebentar lagi tutup tahun, tetapi saya merasa harus merevisi beberapa agenda. Bukan apa-apa; hanya untuk menjadi lebih baik lagi. Saya tahu kompetensi kerja begitu gila, saya tahu bekerja di Jakarta bagai tak mengenal malam. Rasanya matahari tak pernah tengelam, semua orang  tak kenal lelah mengejar materi, kekuasaan dan kejayaan. Ouw..ouw itulah mengapa saya mencoba mensyukuri apa yang sudah saya dapatkan sampai saat ini.


Saya tahu disebelah ujung, rumputnya lebih hijau dibandingkan milik saya,hmm sekali lagi. Saya sangat bersyukur dengan apa yang saya dapat sampai sekarang. Ya karena semua serba dimudahkan, karena semua serba diberi kelancaran, karena semua serba dihidupkan karena semua saya lakukan dengan bahagia.


Tahukan dari apa yang sudah saya capai saya bahagia karena saya mampu membahagiakan kedua orangtua saya. Dulu saya selalu minta dibelikan ini dan itu, dulu saya merengek minta dibelikan kalung bergambar jantung hati  dan dulu saya hanya memandang sepatu putih berhias kembang menungu kapan ibu akan membelikan untuk saya dan dulu saya hanya berangan-angan akan membawa seloyang pizza untuk disantap bersama keluarga didepan beranda rumah.  Sekarang.. saya sudah bisa mengantinya. Membawakan dua loyang pizza kerumah saat menghabiskan libur di rumah Klaten lalu memboyong keluarga menyatap macaroni panggang di Bogor, membungkuskan beberapa kemeja, sepatu dan baju untuk keluarga saya dari kota lain.menikmati santap malam di ujung Jogja.


Saya sungguh berbanga saya bisa berbagi tawa dengan mereka.


Ya..ya, terimakasih kepada pemilik Hidup, semoga saya terus mensyukuri dengan apa yang sudah saya dapat. Karena itu kuncinya segalanya menjadi tampak mudah.



Make a comment

ceecee @ Nov 15, 2009 07:54 pm

_____________

Sep 2, 2009

Saya sunguh Menikmati Naik Bajaj


Baru kali ini saya sunguh-sunguh menikmati perjalanan memakai Bajaj. Biasanya kecepatan lari bajaj tak konsisten dengan deru suaranya yang begitu nyaring. Suara knalpot yang memekakan gendang telinga,  kepulan asap dan getaran bajaj; seakan mengalir menembus  besi-besi yang melapisi kendaraan kaleng ini  dan menjalar sampai ke  tubuh.


Kendaraan jakarta yang kerap mendapat cacian, tetapi untuk saat tertentu  kerap menerima hujan pujian karena harganya yang bisa dikompromi. Malam itu saya menjadi bagian nya. Saya terhitung kerap memakai kendaraan berbahan kaleng itu. Sejujurnya saya tak pernah menikmati perjalanan memakai bajaj. Iya. Pengalaman saya berbajaj selalu kedapatan sopir yang doyan nyelonong, ugh tak kira-kira mengambil posisi nya, kerap banting stir tanpa peduli kanan-kiri. Itu lah kenapa saya tak pernah bisa menyelehkan hati dengan plong saat memilih angkutan beroda tiga itu.


Tetapi tidak pada malam ini, saya sunguh-sunguh menikmati naik bajaj. Saya sunguh  merasakan hati saya begitu plong. Saya sunguh mengatakan pada hati kecil saya  ouw.. jangan segera tiba sampai di kos pramuka. Iya, karena sang pemilik hidup sudah mengirimkan hujan di bilangan Cikin, Salemba, dan Pramuka. Pas sekali. Itu adalah rute perjalanan saya pulang dari rumah sakit Cikini menuju rumah kos di Pramuka.


Kali ini saya tak memilih kendaraan dengan lambang burung biru. Satu lembar sepuluh ribuan pas sekali ada di dompet saya. Bajaj menjadi pilihan saya mengantarkan pulang ke peraduan kasur empuk saya. Hujan yang menguyur bumi menyegarkan hati dan pikiran saya. Jalan besar cikini, Salemba, perempatan besar Matraman dan Pramuka menjadi rute yang begitu romantis untuk saya lewati. Hanya saya sendri duduk dibelakang si pemilik bajaj. Tak begitu kencang; deru bajay nyaris kalah dengan  derasnya suara hujan. Bola mata ini begitu tenang dan tak ingin berkedip menyaksikan Jakarta basah oleh hujan.


Saya masih diatas kendaraan kaleng, sebentar kemudian saya berusaha memastikan jarak tempuh hanya tingal beberapa killomter dari kos. Pikiran ini masih saja  melayang mengingat romatisme hidup,.tentang cetakan hidup yang sudah dilalui lebih dari  satu dasawarsa . Semua mengalir dalam otak saya, seakan memaksa saya untuk mereview ingatan. Ternyata begitu indah perjalanan hidup.

 

Pesan: trima kasih kendaraan roda 3 bernama Bajaj dan abang sopir bajaj, terimakasih sudah menemani saya mengingat cetakan hidup sedikitnya beberapa tahun silam.



Make a comment

ceecee @ Sep 2, 2009 07:37 pm

_____________

Jul 26, 2009

Demam Boys Before Flower

Tau tidak, saya sedang terkena demam Boys before flower. Cerita drama Meteor Garden versi korea. Demam....Demam.  Yah namanya juga demam pasti bisa sembuh bukan.


Saya memang penyuka korea.  Semenjak duduk di bangku kuliah, saya kerap menyambangi festival korea. Pada makananya saya mengemari, pada baju-baju tradisionalnya saya mengandrungi., pada bahasanya pun iya, begitu juga dengan serial dramanya yang mengharu biru itu  saya pun mengikutinya, tetapi untuk yang satu ini tidak semua drama saya lalap habis. 


Coba tengok blog saya. Ada pulasan cerita ketika saya pernah menyambangi festival korea tahun 2004 lalu. Dulu semasa  saya kuliah, saya kerap sekali menyambangi festival budaya korea. Saya ingat waktu itu membeli permen bulat yang bentuknya lucu dengan polesan warna-warni seperti pelangi.

 

Dan sekarang diusia saya yang tak lagi muda, saya tengah dilanda demam. Iya demam serial drama korea berseri bernama boys before flower (BBF).  Saya sudah menonton hingga episode paling akhir kesemuannya ada 25 cd.  Minggu lalu saya menyelesaikannya.  Masih ingat di kamar kos, saya harus mengharu biru. akhirnya saya cukup berbangga sudah mendului serial yang tengah ditayangkan di televisi


hahaahahah.... Ngomong-ngomong, serial ini sebenarnya layaknya mimpi disiang bolong begitu kata memen seorang karib. Tapi namanya juga hiburan bukan . Saya senang melihat desain-desain pakaian wanitanya yang lucu-lucu itu.  Sepertinya desain itu  pas dikenakan untuk ukuran badan sesaya-saya ini.

 

Gujunpyo yeah...To ming se nya versi korean...pemerannya namnya Lee Min hoo dan masih berusia 21 tahun. Tinggi, ganteng, putih, baik, tidak sombong, dan taat beribdah begitu yang saya baca dari blog miliknya. Gem Jan Di adalah  si San Cai nya versi korea.  Goo Hye Sun memerankan tokoh Gem Jan Di dengan baik. Usianya yang 26 tahun namun mampu memerankan karakter Gem jan di yang kekanak-kanakan namun mandiri. Berbeda sekali dengan aslinya yang cenderung santun.  Tau tidak..baju-bajunya yang di pakainya lucu-lucu sekali (buka Blog.Goo Hye Sun lewat google). Goo Hye Sun juga mengeluarkan bukunya yang berjudul Tanggo dan baru saja mengelar pameran karikaturnya. Hmm...saat ini  Lee min hoo sedang dikabarkan menjalin hubungan asmara dengan Goo Hye Sun (dari berbagai sumber).

 

Saya sedang demam Boys Before Flower saya sedang terhanyut terbawa mimpi disiang bolong. Saya sedang memimpikan korea dan saya sedang berada disana saat musim dingin. Ada salju turun dan  tubuh saya sudah dihangatkan dengan matel berdesain lucu, dan Bulgogi (Daging sapi) . Ouw..ouw..demam...dan mimpi disiang bolong  memang. Tapi tidak mengapa. Bukankah seseorang harus mempunyai mimpi bukan.

 




Make a comment

ceecee @ Jul 26, 2009 10:29 pm

_____________

Jul 18, 2009

RUMAH KLATEN

Sungguh rasanya hati ini menjadi plong, begitu badan ini merebah di kursi hijau yang ada di rumah Klaten. Pulang adalah kerinduan saya saat weekend tiba.

Ya.. dan sekarang saya sedang menghabiskan weekend di rumah Klaten. hanya dua hari  saya punya jatah libur di hari sabtu, minggu dan senin  setelahya, selasa pagi saya harus sudah  berada di jakarta lagi.

 

Entah mengapa hampir satu tahun saya bekerja di Jakarta. Rutinitas  yang melelahkan, sekumpulan karib  yang selalu menemani saya membagi tawa dan cerita dan kelurga yang menyayangi saya. rasanya masih saja ada yang kurang, kerinduan saya masih bersisa. saya selalu rindu berada di rumah klaten dan jJogja.

 

Rumah Klaten adalah rumah pengobat rindu saya setelah Jogja, Tidak tahu kenapa? rindu saya terhadap rumah Klaten selalu berlipat. Rindu saya pada pada taman depan rumah, kesenangan saya  duduk di beranda depan rumah, rindu saya melihat padi yang mulai menguning, rindu saya pada masakan ibu, rindu. Rindu dengan semua yang ada pada rumah klaten. Dan semua iu tidak saya dapatkan di Jakarta.

Sungguh saya selalu menantikan weekend tiba Menyapa hangat karib-karib dan keluarga.




Make a comment

ceecee @ Jul 18, 2009 10:23 pm

_____________