|
. : profile : . |
![]() |
. : Links : . . : Contacts : . Contact Me . : credits : . blogskins annika von holdt Designed by:cherish- |
|
Feb 14, 2011
I AM LADY VALENTINE Love is a symbol of eternity. It wipes out all sense of time, destroying all memory of a beginning and all fear of an end. Massage: Happy Valentine on february,14,2011
Make a comment Permalink ceecee @ Feb 14, 2011 11:44 pm Feb 6, 2011
Kadang membicarakan mengenai kematian adalah tabu bagi sebagian orang, tidak baik kata orang tua atau beberapa kalangan yang mengamini, tapi kita harus tahu bawa di dunia ini satu yang pasti adalah semua orang akan mati. Kematian adalah rahasia Tuhan, Kematian sekejap menjadi sesuatu yang menyedihkan, menakutkan dan memilukan. Saya tahu, tidak hanya kegagalan yang akhirnya memberikan banyak hikmah. Kematian pun akhirnya menularkan banyak nilai hidup. Ah kematian memang memilukan dan terlalu banyak menyisakan isak tangis, tapi saya tahu Om Edi sudah damai di Surga
Comment (1) Permalink ceecee @ Feb 6, 2011 11:25 pm Jan 16, 2011
Harga cabe melambung Rp.80.000 per kilogramnya nyaris menembus angka Rp.100.000 per kilogramnya untuk cabe rawit, sementara untuk cabe keriting atau cabe merah masih berkisar RP.32.000 per kg. angka ini diperkirakan akan terus naik khususnya untuk wilayah jawa,. Sementara di seputaran khususnya wilayah luar pulau jawa harga cabe masih berada pada kisaran Rp.10.000 per kg nya seorang rekan yang tinggal di wilayah pantai Samosir mengirimkan komentarnya pada situs jejaring sosial milik saya. Apakah benar untuk beberapa wilayah memang tak kena dampak defisit cabe. Tingginya harga cabe juga dikeluhkan ibu rumah tangga, penjual gorengan, pedagang kantin di belakang kantor saya, pedagang gado-gado dan ibu penjual ayam di samping kantor saya. Keluhannya pun hampir sama lantaran mereka mengaku membeli cabai Rp 1.000 hanya diberi lima biji cabai rawit. "Akhirnya sambel untuk ayam ini cuma saya kasih cabe rawit beberapa gelintir neng" katanya menambahkan. Mengutip dari situs harian Republikan.co.id, kepala Badan Pusat Statistik khususnya wilayah Jawa Barat, Lukman Ismail, mengungkapkan, di wilayahnya kenaikan harga cabai merah besar di pasaran mencapai 102 persen, sedangkan untuk cabai rawit tercatat 127 persen. Menurut dia, kenaikan ini didorong permintaan yang tinggi dan musim hujan sepanjang tahun. "Trennya sudah terasa sejak Lebaran lalu,"cabai merah memiliki andil inflasi terhadap kelompok bahan makanan 0,28 persen dan cabai rawit 0,12 persen. Lukman menambahkan, dari pantauan BPS di tujuh kota di Jabar pada bulan Desember, kenaikan harga cabai merah mencapai 60 persen, sedangkan harga cabai rawit 65 persen. "Cabai bukan kebutuhan pokok seperti beras, tapi permintaannya sangat tinggi. Barangkali masyarakat perlu mengurangi konsumsi cabai," katanya. Oh noo mengurangi konsumsi cabe. Terus terang saya bukan wanita pengemar cabe, tapi adakalanya mengunyah tahu tanpa cabe dan merasakan sayur tanpa ada rasa pedas sama juga hambar. Bagaimana ini?. Beberapa kolega sempat membicarakan soal ini sambil lalu dengan saya. "Ya memang sebaiknya kita nanam pohon cabe sendiri klo ngak mau ngeluh mahal-mahal". Oh saya tak bisa membayangkan, saya harus menanam cabe di apartemen saya, lahan tak ada, adapun itu lahan parkiran mobil milik bersama. Apa iya saya harus menjentreng pot-pot diseputaran kamar saya sementara satu pohon tak melulu berbuah setiap hari dalam jumlah besar. *oh damn*. Bagaimana ini kalo harga cabe terus meroket, bagaimana kalo tiba-tiba melebihi harga emas, haha tak bisa membayangkan investasi cabe. Oh Turunkan harga cabeee!!!!!!
Make a comment Permalink ceecee @ Jan 16, 2011 07:37 pm Dec 31, 2010
"Pulang kampung ni. Bakso, sate and the kerupuk enak". Saya jadi teringat pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama beberapa waktu lalu ketika berkunjung ke Indonesia. Saya pulang kampung lho, saya sudah berada di rumah klaten. Saya sudah menjajal bakso 77 langanan saya dan mencocol sate Klatak di Imogiri kemudian menyambangi beberapa kuliner kebangaan saya di Jogja, Solo maupun Klaten. Saya pulang dengan membawa libur yang amat panjang, 10 hari nyatanya tetap saja masih kurang. Dem, padahal saya sudah mengantongi jatah cuti yang membawa saya berlibur pada Rumah klaten semenjak natal hingga tutup tahun 2010. Sementara diujung sana beberapa kolega menceritakan kegalauannya. Pada saya pun ia berujar soal kekecewaanya yang tak bisa mengantongi cuti, hanya kalender merah satu-satunya yang menjadikannya memiliki libur. Terimakasih untuk natal yang saya lewati bersama keluarga, terimakasih untuk liburan dan energi yang mengantarkan saya pada tempat-tempat kuliner kebangaan saya. Terimakasih karena liburan ini memberikan saya asupan energi lebih banyak lagi. Terimakasih karena sepanjang tahun 2010 begitu banyak orang-orang yang mengelilingi saya. Karib, saudara, rekan kerja hingga perkenalan yang datang tak terduga hinga akhirnya mencetak tawa dan isak tangi dan saya bahagia karena itu.
Make a comment Permalink ceecee @ Dec 31, 2010 07:13 pm Dec 5, 2010
Buncah tawa dan reriuhan tanpa rencana mengawali gelak tawa saya bersama kawan-kawan lama saya. Sapa hangat dan buncahan tawa menjadi bagian dari saya. Sabtu malam lalu dilantai 9 sudut Jakarta. Lampu Jakarta nampak semakin menguning dibalik gedung-gedung tinggi. Roda-roda kian merapat di jalanan Jakarta yang semakin basah. Muda-mudi yang tampil ala trend fashion kekinian makin merapat mengelilingi saya. Saya berjubel diantaranya dan saya ikut membagi tawa dan buncah diantara kerumunan pendukung timnas Indonesia. Yay inilah buncah tanpa rencana, saya ikut menonton bola, padahal tentunya saya tak pernah keranjingan bola. Inilah adalah buncah tawa tanpa rencana, menghabiskan malam weekend bersama kolega. Mencocol kentang goreng lalu terhanyut tak ingin melewatkan Timnas Indonesia mencoba menjebol gawang Laos. Terimakasih untuk nonton bola bersama, terimakasih untuk membagi gelak tawa dengan bersenandung dibawah langit Jakarta yang semakin larut dan larut, terimakasih untuk perjumpaan kecil tetapi manis dan membiarkan waktu terus mengelinding. Terimakasih untuk pemilik hidup karena saya dikelilingi kawan-kawan yang terus membagi senyuman bersama saya. Pesan : terimakasih untuk Ucoq sudah membagi berkatnya untuk saya. Make a comment Permalink ceecee @ Dec 5, 2010 08:07 pm Nov 28, 2010
Saya yang tengah berdiskusi dengan memen melalui ruang chat bernama yahoo. Berapa kali weekend di Jakarta memang belum saya lalui bersama memen, lantaran kesibukan pekerjaan dan agenda lain yang memaksa kami hinga belum temu. Terimakasih pada ruang chat yahoo massanger setidaknya saya bisa bertukar kata dengan memen. Sebentar mendekati natal, sebentar mendekati tutup tahun 2010 katanya dan saya menyetujui kalimat barusan yang dilontarkannya kepada saya. Bulan natal sebentar sudah menanti. Segera meronce resolusi untuk tahun 2011. Ngomong-ngomong soal resolusi bagaimana roncean resolusi awal tahun 2010 lalu ujar memen. Kalimat yang barusan seperti menjadi cubitan untuk saya, sedikit sakit karena nyatanya ada beberapa resolusi yang masih mengantung dalam benak saya. Aih..aih rasa-rasanya baru kemaren meronce resolusi. Dulu di awal tahun 2010 berharap setapak-demi setapak berusaha mencapai satu demi satu impian secara perlahan tetapi pasti, tak mau gedandapan dan tergesa-gesa dan menjaga agar tetap mengalir dalam setiap usaha. Nyatanya jarum jam berdetak kekanan lebih cepat dari perkiraan, minggu dan bulan berganti lebih kilat dari biasa bahkan seperti tak ada malam sebentar mendekati 2011 dan kembali membuat resolusi di tahun mendatang. Baiklah mari bersiap menyambut natal kemudian terus meronce mimpi. Saya mau bersiap memasang pohon natal dulu di rumah mini saya.
Make a comment Permalink ceecee @ Nov 28, 2010 08:39 pm Nov 2, 2010
Cant believed it, personal Taste Maldo andwae nado mollae neoman baraboge dwaesseo Mi weohaebwado aereur sseobwadoh soomgyeobwado andwaeneungeol Eereom andwae jaggu weonhae nege ppajyeotdago malhae Pyeon haneunggimi joaha maeil ti kyuktae gyukhaedo neon nae mam jal aljanhna Maldo andwae nado mollae neoman baraboge dwaesseo Gatchi eetneun ge joah hangsang an jeol boo jeol haedo nan neoramyeon gwaenchana Maldo andwae nado mollae neoman baraboge dwaesseo Hanaboo teo yeol gga ji dalla neomoo do dalda~ Maldo andwae nado mollae neo reur saranghage dwaesseo pesan : lyric ini salah satu soundtrack dari drama korea "Personal Taste". dan saya sedang gandrung nyanyi-nyanyi Korea karena bahasa dan lavalnya. Saya menyukainya. Make a comment Permalink ceecee @ Nov 2, 2010 10:01 pm Oct 19, 2010
Saya sedang berbincang dengan beberapa karib melalui serat-serat elektronik dan topik utamanya adalah selingkuh. Saya sendiri juga terheran-heran, sepanjang hari ini di kantor, dijalan, di media, di rumah nyatanya sepanjang hari ini banyak membahasa seputar perselingkuhan. Dari mulai sorang kolega menumpahkan permasalahanya karena dikhianati si pacar, seorang kolega lain menceritakan kesaksian dirinya melihat sahabatnya berselingkuh dengan pacar sahabatnya dan seorang kolega lain juga menceritakan bahwa si teman kantornya yang sudah beristri tengah berselingkuh telanjang mata. Sudah dikasih istri cantik tetap selingkuh, sudah dikasih istri yang pintar dandan, lembut dan pengertian juga masih saja mencari wanita lain, begitu juga sebaliknya pada suami. Ya ya manusia memang selalu merasa tak pernah cukup, lalu apa supaya para istri atau para suami atau pacar tidak berselingkuh. Ada yang mengatakan; mencari yang tidak neko-neko, ada yang bilang mencari yang takut akan Tuhan sehingga kalo mau macem-macem akan berpikir dua kali, yang lebih ekstrim lagi mengatakan bahwa hari gini kalo ngak selingkuh ngak gaul. Whattt. tolol sekali. selingkuh atau tidak selingkuh adalah pilihan hidup. Semua resiko akan ditangung si selingkuh. aih heran juga seorang karib yang terang-terangan mengatakan ke saya, bahwa dirinya selingkuh, rasanya kok bisa semudah itu melakukannya, tidak ada rasa bersalah di hati. Baiklah saya pun mengatakan; sebuah hubungan pria dan wanita akan menjadi sesuatu yang sakral dan istimewa ketika hanya ada satu pria dalam hidupnya dan hanya ada satu wanita dalam hidupnya. Titik Make a comment Permalink ceecee @ Oct 19, 2010 11:48 pm Oct 16, 2010
Sore ini langit Jakarta terlalu melankolis untuk saya pandangi. Semakin lama memandang langit, rasanya terasa semakin sesak. Senja sudah berada di langit Jakarta, seharusnya tampak indah bukan, nyatanya sore ini terasa lain. Sore ini; saya hanya ingin menangis sendiri. walaupun menagis katanya tak akan menyelsaikan masalah. Nyatanya sesudah menangis pun masih menyisakan masalah, tapi taukah kamu nyatanya sesudah saya menangis, merasa lebih sangup menghirup oksigen sebanyak-banyaknya . Iya saya menangis, tapi saya tak ingin menceritakan disini kenapa saya menangis karena terlalu personil. Saya hanya ingin mengatakan sesudahnya saya menangis dibawah langit Jakarta dan diantara gelak-tawa penghuni apartemen. Rasanya lebih legowo, seakan mengurangi beban pikiran yang mengelanyut di pikiran. Saya hanya ingin menangis sendiri. Rasanya pemilik hidup dan setiap perabot dalam kamar mini sudah cukup menemani saya menangis. Mereka memang membisu, tapi cukup untuk menemani saya sore ini. Setidaknya untuk tetap bersyukur bahwa diantara kesesakan dan perihnya rongga dada ini saya masih memiliki mereka.Saya senang mereka yang menemani saya dalam ruang privasi ini Saya menagis dalam diam, saya menangis tanpa suara. Berusaha menahan hingga tak bersuara. Namun dalam rongga dada mendorong saya untuk terisak-isak. Kenapa ini? apa ini tumpukan perasaan yang tak perah terluap yang berhasil saya simpan dengan rapi berbulan-bulan lamanya. Pada akhirnya harus meledak sore ini, ketika senja mengelanyut di langit Jakarta. Dan setelahnya tentu saja masih menyisakan sepengal masalah, tetapi saya cukup mensyukurinya. Setidaknya lagi-lagi membuat lebih legowo. Perlahan ronga yang mengatup mulai mengembang dan bernafas dengan baik. Menangis bukan berarti saya cengeng, kamu tau dalam tangis saya seperti dihadapkan pada dunia lain yang tergambar jelas melalui pikiran-pikiran. Entah apa itu saya juga tak tahu. Sepertinya saya tengah diperlihatkan pada sesuatu berwarna abu-abu terang. saya lalu berpikir, saya akan mendapatkan jalan. Saya tau hidup itu penuh isak tangis dan tawa, dan saya menyadari itu. Terimakasih kepada Si Pemilik Hidup,sudah mendengarkan keluhan saya dalam setiap isak tangis . Terimakasih kepada pemilik hidup, saya ditempa melalui proses demi proses. Make a comment Permalink ceecee @ Oct 16, 2010 06:21 pm Oct 11, 2010
Walah, pagi ini mata saya terasa sepet dikantor, sudah sampe di kantor pun masih terasa sepet di pelupuk mata. Bangun pagi tadi, benar-benar serasa dibubuhi lem pada lingkar mata saya. Ngantuk sekali kawan. Ya ya inilah resiko begadang, tadi malam saya begadang. Kali ini bukan untuk belajar bukan juga membuat tulisan bukan juga menerima telpon dari ujung sana, bukan juga karena insomnia melanda. Saya begadang karena menonton serial drama Ya ya bagi pencinta film-film yang menguras pikiran, tentu saja tidak akan mendukung saya begadang hinga larut hanya untuk menonton drama Yay pagi ini saya masih mengantuk dikantor, inginya mengolong di bawah meja untuk terlelap barang sebentar. Selanjutnya mengisi amunisi untuk melanjutkan episode drama kore menye-menye bersama Lee Min Hoo sunbae, aktor muda yang ketampanaanya tak diragukan lagi. Pesan : Terimakasih untuk ophe erina seorang karib yang memberikan informasinya ke saya soal Lee Min Hoo dan Goo Hye Sun melalui serat-serat blackbery massanger. Make a comment Permalink ceecee @ Oct 11, 2010 08:51 pm
|