|
. : profile : . |
![]() |
. : Links : . . : Contacts : . Contact Me . : credits : . blogskins annika von holdt Designed by:cherish- |
|
Nov 15, 2009
SEMUA SERBA DIMUDAHKAN............. Ya.ya.ya lama sekali memang saya tak mengupdate blog saya. Pekerjaan yang menumpuk di meja kerja, rentetan agenda yang harus diselesaikan menyusul hiruk pikuk dan teriakan dari empunya pimpinan kantor. Jadwal yang menempel mendekati garis merah pertanda dideline dari ADB memaksa saya menyelesaikan tumpukan tugas. Rasanya jarum jam berdetak dua kali lebih cepat dari biasa, rasanya hari berganti lebih cepat dari perkiraan , rasanya minggu dan bulan berganti lebih cepat dari yang saya rasakan. Seperti membius. Sebentar mendekati ujung bulan, sebentar akan tutup tahun di 2009. Iya sebentar lagi, sudah menginjak bulan desember. Aroma natal sudah tercium melalui ujung hidung saya. Tahukan, genap satu tahun saya melalui proses bekerja pada rumah pemerintah bernama Departemen pekerjaan umum, berproses melalui rentetan tugas dan nyaris setiap hari saya berhadapan dengan tumpukan kertas putih berisi catatan pekerjaan dan laporan kerja, nyaris pula sampai di kos Pramuka mendekati larut malam. Saya bersyukur sudah satu tahun saya berproses dan hampir semuanya serba dimudahkan oleh si pemilik hidup. Dan sebentar lagi tutup tahun, tetapi saya merasa harus merevisi beberapa agenda. Bukan apa-apa; hanya untuk menjadi lebih baik lagi. Saya tahu kompetensi kerja begitu gila, saya tahu bekerja di Jakarta bagai tak mengenal malam. Rasanya matahari tak pernah tengelam, semua orang tak kenal lelah mengejar materi, kekuasaan dan kejayaan. Ouw..ouw itulah mengapa saya mencoba mensyukuri apa yang sudah saya dapatkan sampai saat ini. Saya tahu disebelah ujung, rumputnya lebih hijau dibandingkan milik saya,hmm sekali lagi. Saya sangat bersyukur dengan apa yang saya dapat sampai sekarang. Ya karena semua serba dimudahkan, karena semua serba diberi kelancaran, karena semua serba dihidupkan karena semua saya lakukan dengan bahagia. Tahukan dari apa yang sudah saya capai saya bahagia karena saya mampu membahagiakan kedua orangtua saya. Dulu saya selalu minta dibelikan ini dan itu, dulu saya merengek minta dibelikan kalung bergambar jantung hati dan dulu saya hanya memandang sepatu putih berhias kembang menungu kapan ibu akan membelikan untuk saya dan dulu saya hanya berangan-angan akan membawa seloyang pizza untuk disantap bersama keluarga didepan beranda rumah. Sekarang.. saya sudah bisa mengantinya. Membawakan dua loyang pizza kerumah saat menghabiskan libur di rumah Klaten lalu memboyong keluarga menyatap macaroni panggang di Bogor, membungkuskan beberapa kemeja, sepatu dan baju untuk keluarga saya dari kota lain.menikmati santap malam di ujung Jogja. Saya sungguh berbanga saya bisa berbagi tawa dengan mereka. Ya..ya, terimakasih kepada pemilik Hidup, semoga saya terus mensyukuri dengan apa yang sudah saya dapat. Karena itu kuncinya segalanya menjadi tampak mudah. Make a comment Permalink ceecee @ Nov 15, 2009 07:54 pm Sep 2, 2009
Baru kali ini saya sunguh-sunguh menikmati perjalanan memakai Bajaj. Biasanya kecepatan lari bajaj tak konsisten dengan deru suaranya yang begitu nyaring. Suara knalpot yang memekakan gendang telinga, kepulan asap dan getaran bajaj; seakan mengalir menembus besi-besi yang melapisi kendaraan kaleng ini dan menjalar sampai ke tubuh. Kendaraan jakarta yang kerap mendapat cacian, tetapi untuk saat tertentu kerap menerima hujan pujian karena harganya yang bisa dikompromi. Malam itu saya menjadi bagian nya. Saya terhitung kerap memakai kendaraan berbahan kaleng itu. Sejujurnya saya tak pernah menikmati perjalanan memakai bajaj. Iya. Pengalaman saya berbajaj selalu kedapatan sopir yang doyan nyelonong, ugh tak kira-kira mengambil posisi nya, kerap banting stir tanpa peduli kanan-kiri. Itu lah kenapa saya tak pernah bisa menyelehkan hati dengan plong saat memilih angkutan beroda tiga itu. Tetapi tidak pada malam ini, saya sunguh-sunguh menikmati naik bajaj. Saya sunguh merasakan hati saya begitu plong. Saya sunguh mengatakan pada hati kecil saya ouw.. jangan segera tiba sampai di kos pramuka. Iya, karena sang pemilik hidup sudah mengirimkan hujan di bilangan Cikin, Salemba, dan Pramuka. Pas sekali. Itu adalah rute perjalanan saya pulang dari rumah sakit Cikini menuju rumah kos di Pramuka. Kali ini saya tak memilih kendaraan dengan lambang burung biru. Satu lembar sepuluh ribuan pas sekali ada di dompet saya. Bajaj menjadi pilihan saya mengantarkan pulang ke peraduan kasur empuk saya. Hujan yang menguyur bumi menyegarkan hati dan pikiran saya. Jalan besar cikini, Salemba, perempatan besar Matraman dan Pramuka menjadi rute yang begitu romantis untuk saya lewati. Hanya saya sendri duduk dibelakang si pemilik bajaj. Tak begitu kencang; deru bajay nyaris kalah dengan derasnya suara hujan. Bola mata ini begitu tenang dan tak ingin berkedip menyaksikan Jakarta basah oleh hujan. Saya masih diatas kendaraan kaleng, sebentar kemudian saya berusaha memastikan jarak tempuh hanya tingal beberapa killomter dari kos. Pikiran ini masih saja melayang mengingat romatisme hidup,.tentang cetakan hidup yang sudah dilalui lebih dari satu dasawarsa . Semua mengalir dalam otak saya, seakan memaksa saya untuk mereview ingatan. Ternyata begitu indah perjalanan hidup. Pesan: trima kasih kendaraan roda 3 bernama Bajaj dan abang sopir bajaj, terimakasih sudah menemani saya mengingat cetakan hidup sedikitnya beberapa tahun silam. Make a comment Permalink ceecee @ Sep 2, 2009 07:37 pm Jul 26, 2009
Tau tidak, saya sedang terkena demam Boys before flower. Cerita drama Meteor Garden versi korea. Demam....Demam. Yah namanya juga demam pasti bisa sembuh bukan. Saya memang penyuka korea. Semenjak duduk di bangku kuliah, saya kerap menyambangi festival korea. Pada makananya saya mengemari, pada baju-baju tradisionalnya saya mengandrungi., pada bahasanya pun iya, begitu juga dengan serial dramanya yang mengharu biru itu saya pun mengikutinya, tetapi untuk yang satu ini tidak semua drama saya lalap habis. Coba tengok blog saya. Ada pulasan cerita ketika saya pernah menyambangi festival korea tahun 2004 lalu. Dulu semasa saya kuliah, saya kerap sekali menyambangi festival budaya korea. Saya ingat waktu itu membeli permen bulat yang bentuknya lucu dengan polesan warna-warni seperti pelangi. Dan sekarang diusia saya yang tak lagi muda, saya tengah dilanda demam. Iya demam serial drama korea berseri bernama boys before flower (BBF). Saya sudah menonton hingga episode paling akhir kesemuannya ada 25 cd. Minggu lalu saya menyelesaikannya. Masih ingat di kamar kos, saya harus mengharu biru. akhirnya saya cukup berbangga sudah mendului serial yang tengah ditayangkan di televisi hahaahahah.... Ngomong-ngomong, serial ini sebenarnya layaknya mimpi disiang bolong begitu kata memen seorang karib. Tapi namanya juga hiburan bukan . Saya senang melihat desain-desain pakaian wanitanya yang lucu-lucu itu. Sepertinya desain itu pas dikenakan untuk ukuran badan sesaya-saya ini. Gujunpyo yeah...To ming se nya versi korean...pemerannya namnya Lee Min hoo dan masih berusia 21 tahun. Tinggi, ganteng, putih, baik, tidak sombong, dan taat beribdah begitu yang saya baca dari blog miliknya. Gem Jan Di adalah si San Cai nya versi korea. Goo Hye Sun memerankan tokoh Gem Jan Di dengan baik. Usianya yang 26 tahun namun mampu memerankan karakter Gem jan di yang kekanak-kanakan namun mandiri. Berbeda sekali dengan aslinya yang cenderung santun. Tau tidak..baju-bajunya yang di pakainya lucu-lucu sekali (buka Blog.Goo Hye Sun lewat google). Goo Hye Sun juga mengeluarkan bukunya yang berjudul Tanggo dan baru saja mengelar pameran karikaturnya. Hmm...saat ini Lee min hoo sedang dikabarkan menjalin hubungan asmara dengan Goo Hye Sun (dari berbagai sumber). Saya sedang demam Boys Before Flower saya sedang terhanyut terbawa mimpi disiang bolong. Saya sedang memimpikan korea dan saya sedang berada disana saat musim dingin. Ada salju turun dan tubuh saya sudah dihangatkan dengan matel berdesain lucu, dan Bulgogi (Daging sapi) . Ouw..ouw..demam...dan mimpi disiang bolong memang. Tapi tidak mengapa. Bukankah seseorang harus mempunyai mimpi bukan. Make a comment Permalink ceecee @ Jul 26, 2009 10:29 pm Jul 18, 2009
Sungguh rasanya hati ini menjadi plong, begitu badan ini merebah di kursi hijau yang ada di rumah Klaten. Pulang adalah kerinduan saya saat weekend tiba. Ya.. dan sekarang saya sedang menghabiskan weekend di rumah Klaten. hanya dua hari saya punya jatah libur di hari sabtu, minggu dan senin setelahya, selasa pagi saya harus sudah berada di jakarta lagi. Entah mengapa hampir satu tahun saya bekerja di Jakarta. Rutinitas yang melelahkan, sekumpulan karib yang selalu menemani saya membagi tawa dan cerita dan kelurga yang menyayangi saya. rasanya masih saja ada yang kurang, kerinduan saya masih bersisa. saya selalu rindu berada di rumah klaten dan jJogja. Rumah Klaten adalah rumah pengobat rindu saya setelah Jogja, Tidak tahu kenapa? rindu saya terhadap rumah Klaten selalu berlipat. Rindu saya pada pada taman depan rumah, kesenangan saya duduk di beranda depan rumah, rindu saya melihat padi yang mulai menguning, rindu saya pada masakan ibu, rindu. Rindu dengan semua yang ada pada rumah klaten. Dan semua iu tidak saya dapatkan di Jakarta. Sungguh saya selalu menantikan weekend tiba Menyapa hangat karib-karib dan keluarga. Make a comment Permalink ceecee @ Jul 18, 2009 10:23 pm Jul 10, 2009
Rasanya kok sulit sekali acap kali membuat janji untuk bersua di satu tempat di Jakarta ini. Padahal kawan-kawan saya sudah banyak yang berdomisili satu kota dengan saya. Saya kepengen mambagi tawa dan cerita dengan mereka, lalu mengulang romantisme masa muda. Situs face book sangat membantu saya untuk urusan jejalin link. Dari situlah saya bisa berkabar dengan kawan-kawan saya. Ternyata cukup banyak yang berdomisili dikota macet ini. Pada mereka-mereka lah saya berkabar dan membuat janji untuk saling temu di bilangin A, di lokasi B, ditempat C, dikafe D, dimall F.ouww dan ternyata cukup sulit membuat kami bisa saling tatap muka. Hanya beberapa yang berhasil tatap muka, sisanya karena saya menyelesaikan pekerjaan yang masih menumpuk dikantor akhirnya janji harus dibatalkan. atau karena karib harus meeting tambahan, atau juga karena seorang kawan baru bisa keluar dari pabriknya larut malam. Begitu juga dengan akhir minggu, selalu ada ini, itu. Sulitnya. Padahal berada pada satu kota bernama Jakarta. Oalah mungkin inilah jakarta, guratan lelah di wajah, langkah kaki yang semakin malam semakin terasa berat memangku beban badan, kepala dan otak. Roda-roda yang memenuhi jalanan Jakarta semakin mempercepat detak waktu menuju larutnya malam. Sementara badan ini masih berada di jalanan ouw. Rasanya pasti ingin segera merebahkan seluruh badan pada kasur yang empuk bukan. Dan temu janji,ouw..ouw besok saja.. Lain sekali dengan Jogja. Dulu semasa saya masih menyandang status mahasiswa, janji temu dengan karib selalu bisa terwujud. Walaupun larut malam bukan berarti tak memberanikan saya menyusuri jalanan Jogja. Ingin nya menghabiskan weekend di Jogja dan menghabisakan weekday di Jakarta. Pas sekali bukan. Jadi kerinduan saya yang membuncah terhadap Jogja selalu terobati. Ouh Jogja kenapa tak pernah berhenti merindui kota itu. Make a comment Permalink ceecee @ Jul 10, 2009 12:51 am Jun 3, 2009
Saya adalah pengemar air putih...saya bersyukur saya menyukai air putih. tau tidak 80 persen tubuh manusia terdiri dari air. bahkan ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air diatas 80% yang memiliki peran penting bagi otak dan darah. untuk menjaga kesehatan manusia normal wajib mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. selain itu manfaat penting lainnya adalah untuk menjaga keawetan pada wajah. berdasarkan penelitian. Masyarakat di Jepang cenderung lebih awet muda dan berumur panjang disebabkan karena pola makan yang sehat, lebih sering berjalan kaki dan banyak mengkonsumsi air putih. saya suka air putih..dulunya sering saya tambahkan es batu tapi ternyata itu malahan membuat perut menjadi buncit, dan menyebabkan panas dingin pada perut.karena belum tentu es batu itu benar-benar dibuat dari air mateng. kini saya lebih sering menguyur kerongkongan saya dengan air putih lebih sering, dikantor saya, dikos saya,ataupun ditempat makan yang saya kunjungi. Saya suka air putih.
Make a comment Permalink ceecee @ Jun 3, 2009 08:22 pm May 31, 2009
Akhirnya saya punya waktu untuk berbagi cerita, berbagi lelah dan tentu saja berbagi kegembiraan. Iya disalah satu sudut Jakarta. Sabtu ..saya menghabiskan malam bersama kawan saya di bakoel kafe di bilangan Cikini yang tak jauh dari Megaria. Saya tahu kaki saya masih terasa pegal, otak saya masih berkutat pada pekerjaan-pekerjaan yang masih menumpuk di meja kerja saya. perbincangan yang hangat dengan 4 gelas coffe cream dan ice chocolate menyegarkan pikiran saya. Memen seorang karib membuka perbincangan. Normal ngak sih kita. Teman-teman satu angkatan sudah menimang anak lebih dari satu dan melepas masa lajang satu-persatu. Sebenarnya kita yang terlambat atau mereka yang terlalu cepat....? Weits...seketika itu rasanya ice coffe yang saya teguk membeku di lidah saya. Bukan apa-apa hanya geli mendengar celoteh mereka mengenai PERKAWINAN. "Iya nih ...bokap, nyokap juga sering nanya ke gw soal menikah segera mungkin". celoteh nenek karib yang baru saja naik jabatan menjadi assisten manager Indo grosir di kawasan Halim. Saya yakin hot coffe yang diseruput nenek pun sekejab menjadi lebih panas dari biasanya. Yu, karib laki-laki saya berujar..menikah itu tidak menjadi tujuan hidup,itu kan Cuma masalah patner. Tidak perlu menikah dong..... Menikah...untuk sekarang masih terlalu cepat..saya masih ingin menapaki karir, saya masih ingin menabung membeli anak anjing Golden, saya masih ingin ber haha..hihi dengan kawan-kawan saya. Haduh lihat saya. Kadangkala masih seperti gadis kecil yang gemar membeli permen dan merengek pada kawan minta dibelikan ice cream. Buat saya menikah bukan saya berucap janji setia di depan altar....lebih...lebih dari itu. Jadi menikah butuh persiapan banyak hal. Tapi tentu saja menikah itu perlu dong...
Terima kasih atas perbincangan yang hangat pada samping beranda bakole coffe sungguh membuat saya bersemangat kembali. Comment (1) Permalink ceecee @ May 31, 2009 11:17 pm May 29, 2009
Saya kerap berbincang dengan memen sahabat saya yang kerap saya sebut di blog ini. Kerap teramat kerap saya berbagi cerita mengenai bagaimana mengelola uang yang baik Memen bekerja sebagai wartawati di majalah kartini. Profesi itulah yang kerap membuatnya bertemu dengan tokoh-tokoh yang saya tak bisa temui tapi hanya bisa saya kagumi. Itu alasan saya gemar berbagi cerita dengan memen, pengalaaman dan perjumpaanya dengan berbagai nara sumber cukup banyak memberi motivasi pada hidup. Mengelola uang di Jakarta itu penting sangat penting. Bayangkan kita jauh dari rumah, harus membeli makan, harus membeli ini itu, harus membeli sembako, harus membeli kebutuhan pribadi. kita tidak terbiasa setiap pagi selalu siap dengan sarapan di atas meja atau saat pulang kantor siap dengan hidangan makan malam di meja. Ouh...itu alasan, kenapa menajemen uang itu menjadi bagian penting.
inilah hasil dari perbincangan saya dan memen membuahkan keputusan sebagai berikut :
Yeah 4 point itu yang wajib dipegang...u know what..........? rasanya sulit sekali melakukan itu kawan Haduuuuu.............................hhhhhhhhhhhhhhhhhh Pesan : ingin tahu lebih banyak mengenai management keuangan tengok saja blog memen http//: untukrilek.blogspot.com Comments (2) Permalink ceecee @ May 29, 2009 11:10 pm Feb 16, 2009
![]() Saya kerap ditegur. Iya.karena setiap kali saya makan. Tidak pernah habis. Selalu bersisa. Saya juga kerap kena tegur kawan-kawan saya. Usai rapat memantau perkembangan DED Palembang, kantor sudah memesankan kami sate kambing dan nasi. Saya mendapat nasi 1 porsi berikut sate kambing 10 tusuk. Sepertinya itu bukan porsi saya. Pak Batara orang di kantor saya langsung protes dengan tumpukan piring yang masih bersisa nasi dan lauk. Hiya..betul itu milik saya, masih ada sisa nasi sedikit dan beberapa tusuk sate kambing. Habis sudah saya diprotes pak Batara. Protes yang kedua dilayangkan ibu-ibu pemilik warteg. Saya yunanto, memen, nenek mampir ke warung tegal di dekat rel kereta api Matraman. ibu pemilik warung memprotes saya, karena piring saya masih bersisa. Iya tadi saya lupa porsinya setengah saja. Habis lah saya diprotes ibu pemilik warung, ditambah makian yu, neknek, memen Habis saya dikerubut. Hm..saya pikir memang tidak pantas selalu menyisakan makanan seperti yang sudah-sudah. Tapi sekarang saya berusaha sekuat tenaga, sekuat perut dan mulut serta gigi saya untuk saling bekerja sama. Habiskan! Nyaris sebulan ini saya berhasil tak membuat nasi dan lauk di piring saya bersisa,. Termasuk menghabiskan makanan padang dengan porsi segede gaban. Uh rasanya. Walaupun ada satu slize pizza di hadapan saya, rasanya tak berselera lagi. Make a comment Permalink ceecee @ Feb 16, 2009 09:22 pm Feb 14, 2009
![]() Nama lengkapnya monika novena, karena saya sudah berkarib lama dengan perempuan tomboy ini jadi saya memangilnya memen. Iya itu panggilan bekennya. Ia bekerja sebagai wartawati di salah satu majalah wanita bernama Kartini, kantornya di bilangan kemayoran tepatnya di jalan Garuda. Ia kerap menyebut dirinya preman senen..halah. potongan rambutnya memang cepak, tapi masih ada sisi wanita yang tampak dari penampilannya. Pilihan bajunya, sepatunya wanita sekali. Tapi sisi maskulinya tetap saja nampak. Nama lengkapnya yunanto wiji utomo, kami memangilnya Yu, Yunanto, kadang Yunanti. Walaupun di sekolahnya ia begitu bersahaja, tapi buat saya ia tetap saja sama seperti kami. Terlebih ketika kami-kami ini bertemu. Saya hampir lupa kalau ia adalah guru tanpa tanda jasa. Yu, bekerja sebagai teacher ilmu Sains di Bright School, sekolah internasional di kawasan Cibubur. Tidak Cuma itu ia juga didaulat sebagai wali kelas dan mengajar ilmu eksak untuk anak-anak SMP. Saat ini ia getol berburu beasiswa S2 ke luar negeri. Stefanus Triono, kami memangilnya Stek. Dia memang yang paling tua diantara kami. Selain tubuhnya yang bongsor, perutnya pun tak kalah mengelembung. ia bekerja sebagai Accounting salah satu perusahaan Mahakam group. Kantornya di bilangan Blok M, tak jauh dari kantor saya. Mereka itu adalah sebagian dari teman-teman saya, Terima kasih untuk kalian, sudah membagi waktunya dengan saya di sudut Jakarta. Make a comment Permalink ceecee @ Feb 14, 2009 09:23 pm
|